Sepucuk Surat Rindu

Teruntuk Kamu

Yang menjadi objek di semua tulisanku

Hi, how are you? I’m not feeling good actually. No, not because I’m sick. Yah..akhir-akhir ini aku terlalu banyak pikiran sehingga terkadang nafsu makan pun hilang. Bulan ini aku sedang disibukkan dengan teater dan akan menghadapi UAS. Aku ingin mengejar predikat yang bagus, kelak dapat pekerjaan yang sesuai harapan (amiin).

Sometimes, I was thinking about why I always try being to be perfect. Ya aku memang mempunyai suatu mimpi yang ingin ku wujudkan. Masa depanku, salah satunya kamu. Aku mencoba untuk menjadi wanita yang sesungguhnya. Aku belajar sungguh-sungguh meski terkadang merasa jenuh. Aku pun mencoba belajar sesuatu hal yang terkadang bukan bidangku, tapi ku yakin itu akan berguna dalam hidupku. It’s all because of my parents and you. Karena aku selalu ingin terlihat lebih lebih dan lebih dari gadis lain, even though I’m totally not beautiful, I’m not clever at all, I just ordinary girl but I want to be extraordinary person. Can you see my effort? Walaupun hasilnya ga selalu sempurna. Walaupun hasilnya ga selalu berupa predikat dan sertifikat. Tentunya kau pun mempunyai mimpi yang ingin kau realisasikan bukan?

I’m sure that you’re confuse about this letter. Kenapa aku tiba-tiba mengirim email? Apa-apaan email ini? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang kau ukir di benakmu. Sebenarnya, aku tak tahu apa yang akan kutulis. Aku hanya iseng membuatmu tulisan lewat surat dunia maya ini. Klasik memang. Tapi bukan berarti aku menyukai kisah lamamu. Aku tak mau membahas cerita itu, hanya membuang-buang waktu, membuat hati tersulut api cemburu. Kau tahu? Di Jepang email selalu digunakan untuk berkomunikasi. Terkadang aku ingin memiliki docomo cellphone itu karena keunikannya. Bertukar email, bertukar nomor lewat infrared. Di negara kita, email hanya digunakan sebatas untuk memenuhi kebutuhan kuliah. Benarkan? Shishishi… Di negara ini mana ada muda mudi yang bertukar rasa lewat email? Orang pasti memilih komunikasi lewat SMS. Itu karena simpel untuk digunakan. Tak apa, ya setidaknya sekarang tulisanku tidak hanya tersimpan di draft email lagi.

Ngomong-ngomong soal komunikasi, aku rasa tidak ada masalah. Hanya saja, terkadang kau menghilang dikala kita sedang asyik beradu pesan (SMS/chat). Hey, kau tahu? Itu membuatku frustasi, uh.. Sedetik saja tanpamu aku sudah kelimpungan, bagaimana jika itu…ah tidak, aku tak mau melanjutkannya.

Hei, aku senang sampai detik ini kau masih disisiku. Tetaplah seperti ini ya, sampai mimpi kita terwujud. Mimpi akan takdir dapat menyatukan kita. Ikrar yang akan kau ucapkan di depan orangtua, keluarga dan teman kita. Hm..rasanya aku tak sabar menunggu hari itu. Hari dimana kau akan menjabat tangan dengan ayahku, hari dimana kau akan mendapat tanggung jawab atas diriku. Dan hari dimana kita bersama dibawah rintikan putihnya salju yang diterangi lentera Tokyo ditemani dengan ramen panas. Ah..aku terlalu terburu-buru hehe..

Kau tahu? Aku rindu. Hanya itu yang terucap dari bibirku saat ini. Cinta itu tak memandang jarak, sekalipun rindunya akan menyeruak. Cinta juga tak mengenal waktu, asal saling setia menunggu. Distance between two hearts isn’t an obstacle, right? Aku mencintaimu dengan segala kerumitanmu. Dengan jarak yang membentang berpuluh-puluh kilometer, di ruang berbeda dengan setiap dentingan waktu. Seperti biasa, aku masih berkutat dengan rindu ini yang menjadi candu. Terkadang, aku benci mengapa waktu bergulir tanpa mengurangi rinduku padamu. Tapi selama ada angin, rinduku akan sampai padamu, kan? Kamu yang menjadi tujuanku. Hingga akhirnya jarak bukan lagi sekat diantara kita. Aku jadi teringat lagu Peterpan..

Bila rindu ini

Masih milikmu

Kuhadirkan sebuah

Tanya untukmu

Harus berapa lama

Aku menunggumu

Aku menunggumu….

Haha..semoga kita dapat bertemu dengan cepat dalam waktu yang dekat ya.

Sudah dulu ya, aku mau manggung teater. Doakan aku, wish me luck!

Jaga dirimu, matamu, dan hatimu (untukku) baik-baik ya^o^)/

Yang total dalam mencintaimu

Aku xD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s