Wisata Gunung Ijen (Tourism 2)

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah

Dataran di dunia terbagi menjadi dua bagian yaitu dataran rendah dan tinggi. Dataran tinggi merupakan pegunungan-pegunungan yang ketinggiannya jauh lebih tinggi dari dasar laut. Pada umumnya, di dunia ini memiliki banyak gunung yang beragam. Gunung tersebut ada yang aktif maupun tidak. Walaupun begitu tidak sedikit masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Perkembangan pariwisata saat ini telah berkembang pesat. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan alamnya. Setiap daerah memiliki ciri khas dari wisatanya.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu wisata yang akan menggoda mata adalah Kawah Ijen. Kawah ini berada di Gunung Ijen. Gunung Ijen mempunyai danau asam sulfat terbesar di dunia. Danau ini dapat menghasilkan belerang 36 Juta meter kubik yang terdiri dari larutan asam sulfat dan hidrogen klorida, yaitu asam-asam yang paling kuat yang pernah ada.

IMG_4945

Saya beserta teman-teman berada di Gunung Ijen

  • Rumusan Masalah
  1. Dari mana sajakah wisatawan yang datang untuk mendaki
  2. Bagaimana tanggapan wisatawan mengenai kawah Ijen?
  3. Bagaimana keadaan kawah Ijen?
  4. Bagaimana peran pemerintah dalam menjaga kawasan wisata alam seperti gunung ijen?
  5. Apa saja mata pencaharian masyarakat Bondowoso?
  6. Apa kelebihan dan kekurangan dari wisata Ijen?
  • Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui mata pencaharian masyarakat Bondowoso
  2. Untuk mengetahui peran pemerintah dalam menjaga kawasan wisata alam seperti gunung ijen
  3. Untuk mengetahui keadaan kawah Ijen
  4. Untuk mengetahui tanggapan wisatawan mengenai kawah Ijen
  5. Untuk mengetahui dari mana sajakah wisatawan yang datang untuk mendaki
  6. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari wisata Ijen
  • Manfaat Penelitian
  1. Dapat mengetahui mata pencaharian masyarakat Bondowoso
  2. Dapat mengetahui peran pemerintah dalam menjaga kawasan wisata alam seperti gunung ijen
  3. Dapat mengetahui keadaan kawah Ijen
  4. Dapat mengetahui tanggapan wisatawan mengenai kawah Ijen
  5. Dapat mengetahui dari mana sajakh wistawan yang datang untuk mendaki
  6. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari wisata Ijen

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  • Pengertian Gunung

Gunung adalah suatu daerah daratan yang mempunyai perbedaan tinggi yang menyolok dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaan dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal. Misalnya Encyclopedia Britannica mendefinisikan gunung apabila memiliki puncak lebih 2000 kaki atau 610m.

  • Proses Terjadinya Gunung

   Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua. Tumbukan lempeng lautan dan benua menimbulkan deposit sedimen laut terhadap tepi lempeng benua. Tumbukan antara lempeng busur kepulauan dengan benua berakibat lempeng lautan menyusup ke lapisan asthenosfir dan batuan vulkanik dan sedimen menumpuk pada sisi benua sehingga terjadilah pegunungan Sierra Nevada di California pada zaman Mesozoic. Sedangkan tumbukan lempeng benua dengan benua merupakan proses pembentukan sistem pegunungan Himalaya dan Ural.

   Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis. Pembentukan dataran rendah (graben) dan dataran tinggi (horts) adalah salah satu contoh proses epeirogenesis.

   Proses pembentukan gunung berlangsung menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45 – 450 juta tahun yang lalu. Misalnya pegunungan Himalaya terbentuk mulai dari 45 juta tahun yang lalu, sedangkan pegunungan Appalache terbentuk mulai dari 450 jutan tahun yang lalu.

          Model terjadinya gunung mengalami tiga tingkatan proses, yaitu:

  1. Akumulasi sedimen: lapisan lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.
  2. Perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi:sedimen yang terbentuk tadi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi akibat tumbukan antar lempeng-lempeng tektonik.
  3. Pengangkatan kerak bumi akibat gerakan blok sesar: tumbukan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga terbentuk gunung. Sedangkan jika terjadi gaya tegangan atau tarikan antar lempeng maka akan terbentuk graben (lembah)
  • Gunung Ijen

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya.

  • Kawah Ijen

Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak gunung Ijen dengan tinggi 2.443mdpl dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 hektar. Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air yang sangan asam terbesar di dunia. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu, Islandia dan Ijen.

kawah-ijen-bondowoso-jawa-timur

Kawah Ijen

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode tentang riset yang bersifat deskriptif. Analisis ini sangat cocok dalam menggunakan metode kualitatif karena lebih subyektif seperti di lapangan.

BAB IV

PEMBAHASAN

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya.

  • Mata pencaharian

Mata pencaharian penduduk adalah penambang belerang tradisional. Para penambang mengambil belerang dari dasar kawah dengan asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang di dapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning. Setelah belerang dipotong, para penambang mengangkutnya dengan cara dipikul melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg.

penambang-belerang-gunung-ijen.jpg

Penambang belerang gunung Ijen

  • Peran pemerintah

Gunung Ijen merupakan wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan. Para pendatang ingin menyaksikan keindahan alam yang dari atas gunung dan ingin merasakan iklim di kaki gunung. Para wisatawan yang datang tentunya tidak semua baik. Terkadang, mereka tidak dapat menjaga lingkungan alam, seperti membuang sampah sembarangan, mengeksploitasi tanaman langka. Hal ini pemerintah harus bertindak tegas agar dapat mengeluarkan sanksi bagi pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah dan masyarakat tempat harus dapat bekerja sama dengan baik dalam menjaga lingkungan di daerah gunung Ijen tersebut. Tempat wisata semestinya memberikan fasilitas yang layak. Sebagai contoh, ketika saya berwisata ke gunung Ijen, Musholla nya sangat kotor dan tidak layak. Bahkan tidak ada alat sholat sama sekali.

  • Keadaan kawah Ijen

Kawah Ijen merupakan objek wisata yang telah dikenal luas oleh para wisatawan asing dan domestik karena keindahan alamnya. Kawasan kawah Ijen masuk dalam wilayah Caagar Alam Taman Wisata Ijen. Kawah Ijen terletak di puncak gunung Ijen di wilayah Kecamatan licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso. Kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20km.

Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asal terbesar di dunia, yaitu memiliki tingkat keasaman mendekati nol, sehingga dapat melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Suhu kawah ini mencapai 200 derajat celcius. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan dapat mencapai suhu 2 derajat celcius. Berbagai tanaman juga dapat ditemukan, seperti bunga Edelweis, Cemara Gunung.

Fenomena alam lain yang terdapat di kawah Ijen adalah Blue Fire atau api biru yang muncul di tengah-tengah penambangan sulphur dan hanya dapat dilihat pada malam hari hingga menjelang dini hari.

IMG_5003

Blue Fire di malam hari

  • Tanggapan wisatawan

Tanggapan wisatawan merupakan hasil kepuasan seseorang dalam mengunjungi wisata Gunung Ijen. Mereka menanggapi bahwa mereka merasa senang dapat menikmati indahnya alam indonesia, termasuk Gunung Ijen. Mereka sangat takjub akan Blue Fire. Setiap orang dari wisatawan lokal maupun asing berlomba untuk mengambil foto yang terbaik. Mereka bersedia lelah dan kotor untuk mendaki, karena ketika tiba di puncak akan terbayar dengan keindahan alam Gunung Ijen. Tak ada rasa penyesalan dari usaha mereka mendaki.

  • Asal wisatawan

Kawah Ijen merupakan objek wisata yang telah dikenal luas oleh para wisatawan asing dan domestik karena keindahan alamnya. Banyak orang berbondong-bondong untuk mendaki. Para wisatawan itu berasal dari berbagai pulau dan daerah di Indonesia. Selain itu terdapat wisatawan asing dari luar negeri, seperti Perancis, Amerika. Tua, muda, dan berbagai profesi silih berdatangan ke tempat wisata ini.

  • Kelebihan dari wisata Ijen
  1. Dapat menikmati alam Indonesia
  2. Dapat mencari teman baru
  3. Dapat berkomunikasi langsung dengan turis lokal ataupun luar negeri
  4. Memberikan kesadaran akan melestarikan lingkungan
  5. Mengetahui pekerjaan penambang belerang
  • Kekurangan dari wisata Ijen
  1. Fasilitas kurang memadai, contohnya Musholla.
  2. Tidak ada sewa jeep untuk mendaki seperti gunung Bromo. Sebenarnya ini tidak begitu dibutuhkan, karena tujuan naik gunung adalah mendaki agar terasa usahanya.
  3. Tidak diperuntukkan bagi orang yang mengidap penyakit yang berat.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Perkembangan pariwisata saat ini telah berkembang pesat. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan alamnya. Setiap daerah memiliki ciri khas dari wisatanya.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu wisata yang akan menggoda mata adalah Kawah Ijen. Kawah ini berada di Gunung Ijen.

Para wisatawan datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan keindahan ciptaan Tuhan ini. Saya berharap agar para pendatang dapat menjaga kelestarian lingkungan hidup. Begitu pun dengan pemerintah dan masyarakat setempat, agar dapat memberikan fasilitas yang layak.

Kita sebagai warga negara Indonesia semestinya bangga dengan kekayaan dan keindahan yang diberikan Tuhan. Masih banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi. Memberikan kontribusi dan apresiasi yang baik merupakan salah satu dari membantu mewujudkan perkembangan pariwisata Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s